Monitoring Kekeringan Pertanian Kecamatan Garung Melalui Metode Normalized Difference Drought Index (NDDI) dan Google Earth Engine

Penulis

  • Erma Wahyu Istiqomah Universitas Indonesia
  • Andry Rustanto Universitas Indonesia

Kata Kunci:

Google Earth Engine, Kekeringan Pertanian, NDDI

Abstrak

Lebih dari 40% penggunaan lahan di Kabupaten Wonosobo merupakan pertanian kering yang meliputi ladang dan perkebunan, dimana kekeringan termasuk salah satu masalah utama bagi lahan pertanian kering. Kecamatan Garung merupakan Kecamatan di Kabupaten Wonosobo yang terdampak adanya kekeringan lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memonitoring sebaran lahan kekeringan pertanian dan mengindetifikasi bagaimana pengaruhnya terhadap produksi sayuran kubis berdasarkan perhitungan Metode Normalized Difference Drought Index (NDDI). Pengukuran kekeringan dilakukan dengan menggunakan platform pengolahan data penginderaan jauh berbasis Computing Google Earth Engine. Adapun data yang digunakan meliputi Citra Sentinel-2A akusisis bulan Januari hingga Desemkber 2020-2023. Hasil analisis menunjukan jika pola sebaran kekeringan lahan pertanian umumnya memiliki konsentrasi indeks kekeringan pada bagian tengah pada tahun 2021, kemudian menyebar lebih luas ke arah Timur, Barat, dan ke Utara, yang berturut-turut berada di Desa Desa Garung, Kayugiyang, Lengkong, Sindangsari, Gemblengan dan Siwuran sebagai tingkat tertinggi berkisar 0,25-1 yang terjadi pada tahun 2021 dan 2023 di Dusun Banaran, Desa Kayugiyang. Disisi lain fenomena El Nino pada tahun 2023 menyebabkan keringnya lahan yang cukup parah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski demikian, kekeringan pertanian di Kecamatan Garung tidak sepenuhnya memberikan dampak yang parah terhadap seluruh wilayah pertanian, sebab para petani telah berdaptasi dengan sistem irigasi penyiraman, seperti adaptasi melalui penyedotan air dari sungai dan membuat saluran air dari peralon yang bersumber dari mata air, hingga membuat kolam tadah hujanLebih dari 40% penggunaan lahan di Kabupaten Wonosobo merupakan pertanian kering yang meliputi ladang dan perkebunan, dimana kekeringan termasuk salah satu masalah utama bagi lahan pertanian kering. Kecamatan Garung merupakan Kecamatan di Kabupaten Wonosobo yang terdampak adanya kekeringan lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memonitoring sebaran lahan kekeringan pertanian dan mengindetifikasi bagaimana pengaruhnya terhadap produksi sayuran kubis berdasarkan perhitungan Metode Normalized Difference Drought Index (NDDI). Pengukuran kekeringan dilakukan dengan menggunakan platform pengolahan data penginderaan jauh berbasis Computing Google Earth Engine. Adapun data yang digunakan meliputi Citra Sentinel-2A akusisis bulan Januari hingga Desemkber 2020-2023. Hasil analisis menunjukan jika pola sebaran kekeringan lahan pertanian umumnya memiliki konsentrasi indeks kekeringan pada bagian tengah pada tahun 2021, kemudian menyebar lebih luas ke arah Timur, Barat, dan ke Utara, yang berturut-turut berada di Desa Desa Garung, Kayugiyang, Lengkong, Sindangsari, Gemblengan dan Siwuran sebagai tingkat tertinggi berkisar 0,25-1 yang terjadi pada tahun 2021 dan 2023 di Dusun Banaran, Desa Kayugiyang. Disisi lain fenomena El Nino pada tahun 2023 menyebabkan keringnya lahan yang cukup parah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski demikian, kekeringan pertanian di Kecamatan Garung tidak sepenuhnya memberikan dampak yang parah terhadap seluruh wilayah pertanian, sebab para petani telah berdaptasi dengan sistem irigasi penyiraman, seperti adaptasi melalui penyedotan air dari sungai dan membuat saluran air dari peralon yang bersumber dari mata air, hingga membuat kolam tadah hujan.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-31

Terbitan

Bagian

Artikel