Teknologi Pengolahan Air Rawa Berbasis Solar Sistem Terintegrasi Internet of Things untuk Masyarakat Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terpencil
Kata Kunci:
Pengolahan, Air, RawaAbstrak
Daerah terdepan, tertinggal, dan terpencil (3T) di Indonesia seringkali menghadapi tantangan dalam memperoleh akses air bersih layak konsumsi. Sumber air yang berpotensial tetapi belum dimanfaatkan secara optimal di wilayah 3T adalah air rawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola air rawa berbasis sistem tenaga surya yang terintegrasi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat 3T. Sistem yang diusulkan terdiri dari tiga komponen: unit pengolahan air, sistem tenaga surya, dan sistem pemantauan berbasis IoT. Unit pengolahan air menggunakan kombinasi koagulasi dan teknologi filtrasi untuk menghilangkan kontaminan fisik, kimia, dan biologis air rawa. Sistem tenaga surya yang meliputi panel surya, inverter, dan baterai penyimpanan sebagai sumber energi untuk mengoperasikan unit pengolahan air secara mandiri. Sistem pemantauan berbasis IoT memungkinkan pemantauan jarak jauh terhadap kualitas dan efisiensi pengolahan air dengan arduino uno. Hasil implementasi sistem ini di uji coba di salah satu daerah 3T yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam akses masyarakat terhadap air bersih. Analisis kualitas air menunjukkan bahwa air hasil olahan memenuhi standar air minum yang ditetapkan oleh PERMENKES Nomor 492 Tahun 2010. Berdasarkan uji coba didapatkan hasil uji laboratorium kandungan pH dari 2,5 menjadi 6,7., kandungan Fe dari 1,66 mg/l menjadi 0,3 mg/l., dan kandungan Pb 0,026 mg/l. Kondisi air yang kotor, berbau dan keruh menjadi kondisi yang bersih, jernih dan tidak berbau setelah digunakan teknologi ini. Penggunaan energi surya mampu menghemat biaya operasional hingga 70% dibandingkan sistem berbasis bahan bakar fosil. Integrasi IoT (Internet of Things) memungkinkan deteksi dini terhadap masalah operasional dan optimalisasi kinerja sistem.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 CASTLE Proceedings

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

