Modifikasi Knalpot dengan Bioadsorben Cangkang Telur Bebek sebagai Peningkat Serapan Emisi CO Kendaraan Bermotor Guna Mewujudkan Net Zero Emission 2060
Kata Kunci:
Teknologi , Transportasi, Bioadsorben, Karbon MonoksidaAbstrak
Asap kendaraan bermotor merupakan salah satu penyumbang utama pencemaran udara di kota besar dengan kontribusi 60-70%. Produksi kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 2023 mengalami kenaikan signifikan sebesar 5,95% dengan jumlah 157 juta unit. Kendaraan bermotor tersebut menghasilkan emisi berbahaya yang didominasi karbon monoksida (CO) sebesar 76,4%. Emisi gas CO yang terhirup dapat meningkatkan kadar COHb yang berpotensi mengganggu sistem kardiovaskuler, neurologis hingga janin pada kandungan. Tujuan penelitian ini adalah memodifikasi knalpot dengan bioadsorbent carbon capture sebagai teknologi transportasi berkelanjutan. Packaging bioadsorben berbahan limbah cangkang telur bebek dimodelkan seperti teh celup yang sederhana sehingga bernilai ekonomis, biodegradable, dan mudah diaplikasikan pada kendaraan bermotor pribadi. Penerapannya secara masif akan menciptakan kualitas udara kota yang lebih layak dan sehat. Dalam penelitian ini digunakan serbuk cangkang telur bebek yang telah dilakukan aktivasi karbon menggunakan H3PO4 dengan perbandingan 1:4. Sifat struktural, morfologi dan optik dari aktivasi karbon cangkang telur bebek dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM, analisa partikel, dan spektroskopi FT-IR. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar CO sebesar 70.13% oleh bioadsorben pada knalpot termodifikasi. Aktivasi karbon dengan H3PO4 mengakibatkan pengembangan struktur pori sehingga adsorbat yang terserap dapat lebih banyak. Selain CO, bioadsorben juga dapat menurunkan kadar CH4, C2H5OH, dan H2 hingga 60.06%, 45.84%, dan 45.11%. Potensi bioadsorbent carbon capture diharapkan mampu menjadi solusi inovatif dalam upaya mencegah pencemaran CO dari knalpot kendaraan bermotor. Oleh karena itu produksi dalam skala besar dapat berkontribusi untuk mendukung Net Zero Emission 2060 sehingga mampu menyelesaikan permasalahan kualitas lingkungan hidup serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 CASTLE Proceedings

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

