Analisis Ketersediaan Kebutuhan Sarana Pendidikan dan Kesehatan Berdasarkan Proyeksi Jumlah Penduduk di Kecamatan Samarinda Ilir Tahun 2025-2045

Penulis

  • Uud Nurul Aini Universitas Mulawarman
  • Naila Sari Universitas Mulawarman
  • Nafilah Radhiyyah Agustin Universitas Mulawarman
  • Esti Dwi Setyo Arlin Universitas Mulawarman
  • Regina Defita Sari Universitas Mulawarman
  • Aisyah Trees Sandy Universitas Mulawarman

Kata Kunci:

Samarinda Ilir, Education Facilities, Health Facilities

Abstrak

Fasilitas pendidikan dan kesehatan memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga ketersediaannya harus merata di seluruh wilayah pemukiman. Berdasarkan data BPS dalam lima tahun terakhir, pada tahun 2018 jumlah penduduk di kecamatan Samarinda Ilir sebanyak 75.535 jiwa, selanjutnya di tahun 2019 sebanyak 76.446 jiwa, tahun 2020 menurun menjadi 69.142 jiwa, tahun 2021 sebanyak 69.846 jiwa, dan di tahun 2022 meningkat menjadi 70.178 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan fasilitas pendidikan dan kesehatan di kecamatan Samarinda Ilir dari tahun 2025 hingga 2045, serta dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam meningkatkan dan melengkapi kebutuhan fasilitas di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis proyeksi dan analisis kebutuhan sarana dan prasarana berdasarkan SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga tahun 2022, ketersediaan fasilitas pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Samarinda Ilir belum memenuhi standar yang ditetapkan berdasarkan SNI. Jumlah yang ada masih jauh dari angka yang dibutuhkan. Pada tahun 2025, proyeksi menunjukkan kebutuhan akan 57 unit TK, 44 unit SD, 15 unit SMP, dan 15 unit SMA. Jika melihat lebih jauh ke tahun 2045, proyeksi meningkat menjadi 127 unit TK, 99 unit SD, 33 unit SMP, dan 33 unit SMA. Demikian pula dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di Kecamatan Samarinda Ilir pada tahun 2022 belum memenuhi standar yang dipersyaratkan menurut SNI. Proyeksi untuk tahun 2025 meliputi 57 unit Posyandu, 28 puskesmas, 2 klinik bersalin, 1 puskesmas, 14 tempat praktik dokter, dan 2 apotek. Pada tahun 2045, proyeksi meningkat menjadi 127 unit Posyandu, 5 klinik bersalin, 1 Puskesmas, 32 tempat praktik dokter, dan 5 apotek. Analisis kebutuhan fasilitas pendidikan dan kesehatan di kecamatan Samarinda Ilir menyoroti pentingnya perencanaan yang matang untuk memenuhi kebutuhan pelayanan seiring dengan bertambahnya penduduk. 

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-31

Terbitan

Bagian

Artikel