Harmoni dalam Perbedaan: Faktor Adaptasi Budaya pada Keluarga Suku Akit di Desa Sokop Meranti

Penulis

  • Nazatul Shadilla Universitas Islam Riau
  • Dafrizal Samsudin Universitas Islam Riau

Kata Kunci:

Akit Tribe, Cultural Adaptation, Faith Ritual

Abstrak

Suku akit merupakan suku yang awalnya hidup di atas rumah rakit namun kini tersebar di berbagai wilayah daratan di Provinsi Riau. Keberagaman Suku Akit tercermin dalam praktik-praktik ritual yang menunjukkan hubungan erat dengan alam dan roh nenek moyang mereka. Penelitian ini mengkaji proses adaptasi budaya dalam keluarga Suku Akit di Desa Sokop, Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki anggota keluarga dengan keyakinan berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang memengaruhi adaptasi budaya pada keluarga Suku Akit dalam konteks perbedaan keyakinan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa adaptasi budaya dalam konteks perbedaan keyakinan pada keluarga Suku Akit di Desa Sokop Kabupaten Kepulauan Meranti dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Faktor personal communication menunjukkan pentingnya komunikasi terbuka dan saling mendukung di antara anggota keluarga, yang memfasilitasi pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan. Host social communication menggambarkan bagaimana komunikasi yang baik dan rukun di lingkungan masyarakat setempat mendorong keharmonisan tanpa konflik antarbudaya. Ethnic social communication menyoroti penghormatan dan penyesuaian dalam menjalankan keyakinan masing-masing di lingkungan keluarga atau kelompok etnis sendiri. Lingkungan (environment) yang berakar pada warisan leluhur dan ajaran untuk saling menghormati perbedaan keyakinan, menciptakan toleransi dan kedamaian dalam masyarakat Suku Akit.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-31

Terbitan

Bagian

Artikel