Perbedaan Pendapat filsafat Menurut Imam Al-Ghazali & Ibnu Rusyd
Kata Kunci:
Filsafat, Nilai-Nilai Filsafat, Konsep Manusia untuk BeragamaAbstrak
Adanya filsafat di dunia Islam, berarti pintu pemikiran di dunia Islam sudah mulai terbuka. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa filsafat Islam juga mengalami resistensi sosial yang meluas dari dulu hingga saat ini. Hal ini diawali dengan adanya kontradiksi pandangan para filsuf Islam mengenai filosofi Islam dalam pandangan al-Ghazali, di tengah filsafat yang hampir hilang dalam pembahasan al-Ghazali, muncullah pengakuan dan pembelaan Ibn Rusyd terhadap filsafat Islam. Melalui penelitian, pemahaman, dan tulisan yang gigih, Ibnu Rusyd menentang ajaran Al-Ghazali tentang wacana Qadim, atau filsafat alam, dengan mengatakan bahwa alam tidak berawal dan tidak berakhir. Ibnu Rusyd juga menentang ajaran Al-Ghazali tentang pengetahuan yang berkuasa, atau filsafat ketuhanan, dengan mengatakan bahwa tuhan tidak mengetahui hal-hal yang tersembunyi.Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan nilai-nilai filsafat Islam dalam perkembangan zaman. Tidak dapat dipungkiri banyak nilai-nilai agama yang semakin memudar, apalagi saat ini kita hidup di zaman arus Globalisasi yang berpacu dalam budaya yang modern dan sangat maju. Akar dari pemahaman keagamaan juga adalah kurangnya pemahaman tersebut. Artikel ini merupakan kajian tokoh agama Islam yang dilakukan penulis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan studi literatur. Pendekatan historis digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian ini menjelaskan konsep manusia tentang agama dan cara menuhankannya. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi acuan dan pengetahuan bagi umat Islam atau umat Islam untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaan dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari yang bercirikan toleransi, kebebasan berpikir, cara beribadah, dan sistem pendidikan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 CASTLE Proceedings

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

