Implementasi Metode Admiralty dalam Menganalisis Karakteristik Harmonik Pasang Surut Air Laut di Perairan Semarang
Kata Kunci:
Pasang Surut, Admiralty, Least SquareAbstrak
Penentuan konstanta harmonik pasang surut dan jenis pasang surut air laut sangat dipengaruhi oleh letak, posisi bulan dan matahari yang mempunyai nilai periode tersendiri setiap waktunya. Penelitian ini menggunakan data observasi pasang surut perairan Semarang pada periode 12 Januari – 9 Februari 2018 yang diperoleh dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (PUSHIDROSAL). Konstanta harmonik pasang surut dihitung menggunakan Metode Admiralty, kemudian komparasi dengan Metode Least Square. Analisis tersebut menghasilkan 9 konstanta harmonik yang kemudian digunakan untuk menentukan datum bilangan bentuk dan tinggi muka air suatu perairan. Karakterisasi bentuk angka menunjukkan bahwa perairan Semarang mempunyai tipe pasang surut harian tunggal. Sedangkan karakterisasi datum menggunakan analisis elevasi muka air laut diperoleh hasil perairan Semarang mempunyai tinggi muka air tertinggi pada saat pasang bulan purnama yaitu 2,35 m. Ketinggian air terendah pada saat air surut bernilai 1,32 m.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 CASTLE Proceedings

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

