Sintesis dan Karakterisasi Karbon Dot (CDots) Berbahan Dasar Kulit Jeruk untuk Mendeteksi Ion Logam Berat Fe3+

Penulis

  • Ismawati Putri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
  • Mochamad Zainuri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
  • Isnaeni Isnaeni Badan Riset dan Inovasi Nasional

Kata Kunci:

Ion logam berat, Karbon Dot, Kulit Jeruk

Abstrak

Pencemaran air akibat kontaminasi ion logam berat merupakan salah satu masalah yang serius terhadap pasokan air bersih untuk berbagai macam kepentingan. Pendeteksian adanya ion logam dalam air dapat dilakukan dengan menggunakan metode deteksi fotoluminesensi. Metode ini memerlukan bahan fluoresensi yang dapat digunakan sebagai sistem detektor. Karbon Dot (CDots) memerlukan nanomaterial fluoresensi berbasis karbon yang bersifat biokompatibel, non-toksik, dan sensitif terhadap ion logam berat sehingga dapat digunakan untuk menggantikan semikonduktor quantum dots. CDots berukuran kurang dari 10 nm dengan bentuk kuasi-bola nol dimensi. CDots dapat disintesis dari material yang mengandung unsur karbon di dalamnya, contohnya adalah kulit jeruk. CDots dari kulit jeruk disintesis menggunakan metode iradiasi gelombang mikro selama 10 menit dengan daya 600 W. CDots di karakterisasi Transmission Electron Microscope, raman spectroscopy, Ultraviolet Visible (UV-Vis), dan fotoluminesensi untuk mengetahui struktur dan sifat optiknya. Dari hasil karakterisasi menunjukkan bahwa CDots telah berhasil disintesis. CDots diaplikasikan untuk mendeteksi ion logam berat Fe3+ dengan konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm. Hasil deteksi menunjukkan adanya penurunan intensitas fluoresensi seiring dengan meningkatnya konsentrasi ion logam berat. Penurunan intensitas fluoresensi disebabkan oleh adanya interaksi antara ion logam berat dengan gugus fungsi permukaan CDots. Pendeteksian ion logam berat dengan menggunakan metode deteksi fotoluminesensi memerlukan biaya yang murah dengan hasil deteksi yang deteksi yang cepat.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-31

Terbitan

Bagian

Artikel