Pengaruh Ekstrak Lidah Buaya dan Asam Sitrat sebagai Edible Coating terhadap Kesegaran Buah Tomat (Lycopersicon esculentum)

Penulis

  • Dini Nurrahmawati Universitas Negeri Jakarta
  • Siska Aprilia Kaulika Universitas Negeri Jakarta
  • Dini Delfiana Universitas Negeri Jakarta
  • Rizal Koen Asharo Universitas Negeri Jakarta

Kata Kunci:

Lidah Buaya, Pelilinan, Tomat

Abstrak

Buah dan sayuran merupakan kebutuhan penting bagi manusia dalam memenuhi asupan nutrisi tubuh. Salah satu jenis tanaman sayuran buah yang penting adalah tomat, yang tumbuh subur di berbagai ketinggian tempat. Namun, kualitas tomat rentan terhadap kerusakan, terutama selama proses panen yang dapat mengurangi kualitasnya. Salah satu sumber kerusakan lainnya adalah kerusakan fisik, seperti mikrobiologis dan kimiawi. Ada banyak cara untuk mengurangi kerusakan dan memperpanjang masa penyimpanan buah setelah panen, salah satu Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui aplikasi pelapis buah. Terdapat berbagai macam pelapis buah, salah satunya menggunakan ekstrak lidah buaya dan asam sitrat yang potensial untuk memperpanjang kesegaran buah tomat. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata susut bobot buah tomat selama penyimpanan adalah perlakuan 0% sebesar 29 gram, perlakuan 5% sebesar 46 gram, perlakuan 10% sebesar 17 gram, perlakuan 15% sebesar 14 gram, dan perlakuan 20% sebesar 18 gram. Perlakuan 15% merupakan perlakuan dengan nilai rata-rata susut bobot terendah yaitu 14 gram. Yaitu sebesar 14 gram. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan 15% merupakan perlakuan terbaik yang dapat mempertahankan nilai susut bobot buah tomat dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Ini menunjukkan bahwa penggunaan pelapisan dengan bahan alami seperti lidah buaya dan asam sitrat memiliki potensi untuk meningkatkan masa simpan dan kualitas buah tomat setelah panen.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-31

Terbitan

Bagian

Artikel