Analisis Kesesuaian Kawasan Budidaya dan Tutupan Lahan (Studi Kasus: Kawasan Perkotaan Sebulu, Kutai Kartanegara)
Kata Kunci:
Kawasan Budidaya, Pola Ruang, SebuluAbstrak
Kawasan Perkotaan Sebulu direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kecamatan berbasis SDA yang produktif dan berketahanan, sehingga diperlukan kesesuaian antara rencana pola ruang dengan tutupan lahan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan luas tutupan lahan eksisting yang tidak sesuai dengan rencana pola ruang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode superimpose untuk pengolahan data. Berdasarkan hasil analisis terdapat 8 zona yang menjadi kawasan budidaya di Kawasan Perkotaan Sebulu. Ketidaksesuaian lahan pada setiap zona didominasi oleh tutupan lahan area terbuka. Presentase ketidaksesuaian lahan pada zona badan jalan sebesar 45,7%, zona campuran sebesar 40,34%, zona peruntukkan lainnya sebesar 45,93%, zona peruntukkan industri sebesar 97,7%, zona perdagangan dan jasa sebesar 99%, zona perkantoran sebesar 96%, zona perumahan sebesar 84,3%, dan zona sarana pelayanan umum sebesar 85%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penentuan zonazona dalam Rencana Pola Ruang RDTR Kawasan Perkotaan Sebulu.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 CASTLE Proceedings

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

